Terbunuhnya Husain bin Ali dan Penghianatan Syiah (2 dan 3)

Terbunuhnya Husain bin Ali dan Penghianatan Syiah (2 dan 3) - Hallo sahabat PORTAL ISLAM 24 JAM, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Terbunuhnya Husain bin Ali dan Penghianatan Syiah (2 dan 3), kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Terbunuhnya Husain bin Ali dan Penghianatan Syiah (2 dan 3)
link : Terbunuhnya Husain bin Ali dan Penghianatan Syiah (2 dan 3)

Baca juga


Terbunuhnya Husain bin Ali dan Penghianatan Syiah (2 dan 3)

MetrominiNews - Terbunuhnya Husein bin Ali bin Abu Thalib dan Penghianatan Syiah Part 2 (Baca : Bagian 1)

Setelah Muslim bin Aqil merasa bahwa segala sesuatu telah siap, dia mengirim berita kepada Husain radhiallahu 'anhu untuk segera datang ke Kufah.

Husain akhirnya berangkat menuju Kufah, sementara Ubaidullah mengetahui apa yang dilakukan oleh Muslim bin Aqil. Keberangkatan Husain radhiallahu 'anhu bertepatan pada hari tarwiyah.

Tatkala Husain radhiallahu 'anhu hendak berangkat, para sahabat Rasulullah yg yang masih hidup ketika itu berusaha mencegah keberangkatan beliau.
Di antara yang berusaha mencegahnya adalah Abdullah bin Umar radhiallahu 'anhuma.

Ketika itu Ibnu 'Umar sedang berada di Makkah. Tatkala mendengar Husain radhiallahu 'anhu menuju Irak, ia menyusulnya dalam perjalanan selama 3 malam.
Setelah bertemu Husain, Ibnu 'Umar bertanya, "Hendak kemana engkau?" Husain menjawab, "Menuju Irak." Sambil memperlihatkan surat-surat yang dikirim dari Irak kepadanya, "Ini surat-surat dan bai'at mereka."

Ibnu Umar berkata, "Jangan engkau datangi mereka." Husain bersikeras berangkat sehingga Ibnu 'Umar berpesan, "Aku memberitakan kepadamu satu hadits, bahwa Jibril mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lalu memberi pilihan kepada beliau shallallahu 'alaihi wa sallam antara dunia dan akhirat. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam memilih akhirat dan tidak menghendaki dunia. Sesungguhnya engkau adalah bagian dari diri beliau. Demi Allah, jangan sekali-kali ada di antara kalian yang memilih dunia.

Tidaklah Allah 'azza wa jalla palingkan kalian darinya kecuali kepada sesuatu yang jauh lebih baik." Namun, Husain enggan untuk kembali. Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma menangis dan berkata, "Aku titipkan dirimu kepada Allah 'azza wa jalla agar tidak menjadi orang yang terbunuh."

Selain Ibnu 'Umar radhiallahu 'anhuma, yang berusaha mencegah beliau adalah Abdullah bin 'Abbas, Abu Sa'id al-Khudri, dan Abdullah bin Zubair.

Di Kufah, Ubaidullah yang telah mengetahui bahwa Muslim bin Aqil bersembunyi di balik Hani bin Urwah, memanggil Hani ke istananya. Ubaidullah bertanya, "Di manakah Muslim bin Aqil berada?"

Hani menjawab, "Saya tidak tahu."
Ubaidullah bin Ziyad memanggil Ma'qil yang pernah menyamar menjadi seorang dari Hims untuk membaiat Husain radhiallahu 'anhu. Ubaidullah bertanya :

 "Apakah engkau mengenal orang ini?"

Hani menjawab, "Ya."

Hani pun kebingungan. Akhirnya ia mengetahui bahwa hal ini ternyata makar dari Ubaidullah bin Ziyad.

Ubaidullah bertanya, "Di mana Muslim bin Aqil?"
Hani menjawab, "Demi Allah, seandainya dia berada di bawah kakiku, aku tidak akan mengangkatnya." Ubaidullah memukul wajah Hani dengan tongkat hingga melukai bagian keningnya dan mematahkan hidungnya. Dia lalu memerintahkan agar Hani dipenjara.

Muslim bin Aqil mendengar berita Hani ditahan. Ia mengerahkan para pendukungnya sejumlah 4.000 orang penduduk Kufah. Di antara mereka ialah Mukhtar bin Abi Ubaid ats-Tsaqafi yang memegang bendera hijau, dan Abdullah bin Harits bin Naufal yang memegang bendera merah. Keduanya diatur menjadi pasukan sayap kanan dan kiri.

Mendengar Muslim bin Aqil datang, Ubaidullah dan yang bersamanya segera memasuki istana dan menutup gerbangnya.

Di Sinilah letak Pengkhianatan Syiah, Sebagian pemimpin kabilah yang berada di pihak Ubaidullah menasihati kaumnya agar meninggalkan Muslim bin Aqil. Sebagian lagi diperintahkan oleh Ubaidullah untuk mengelilingi Kufah untuk menghalangi bantuan kepada pasukan Muslim bin Aqil. Mereka pun melakukannya.

Sampai-sampai, seorang wanita berkata kepada anak dan saudaranya yg membela Muslim bin Aqil: "Kembalilah, yang lain telah mencukupimu."
Bahkan Seorang lelaki (Syiah) berkata, kepada anak dan saudaranya : "Sepertinya besok pasukan dari negeri Syam akan tiba. Apa yang dapat engkau perbuat menghadapi mereka?"


TERBUNUHNYA HUSAIN BIN ALI BIN THALIB dan PENGKHIANATAN SYIAH 

Part_3

Akhirnya mereka (Syiah) yang berkumpul bersama Muslim meninggalkannya satu per satu. Belum tiba sore hari, jumlah pasukan Muslim tersisa 500 orang, lalu menjadi 300 orang, kemudian menjadi 30 orang.

Beliau shalat Maghrib bersama jamaahnya yang tersisa 10 orang. Setelah selesai shalat smua yang bersamanya tlah kabur dan Muslim pun tinggal sendirian, beliau bingung hendak pergi ke mana.

Ia pun mengetuk salah satu rumah, keluarlah seorang wanita. Muslim berkata, "Berilah aku air." Wanita itu memberikan air kepadanya. Muslim menceritakan tentang jati dirinya, "Penduduk Kufah telah berdusta dan menipuku," ujarnya.

Wanita itu memasukkan Muslim ke dalam rumah yang berdampingan dengan rumahnya. Anak wanita tersebut, Bilal bin Asid, mengetahui keberadaan Muslim. Ia segera memberitakan hal ini kepada Ubaidullah bin Ziyad.

Abdurrahman bin Muhammad bin al-Asy'ats memberitakan kepada ayahnya, Muhammad bin Asy'ats yang sedang berada di sisi Ibnu Ziyad. Ibnu Ziyad mengutus 70 orang tentara berkuda untuk mengepung rumah tempat Muslim berdiam. Muslim sempat melakukan perlawanan, meski akhirnya menyerahkan diri dan dibawa ke istana Ibnu Ziyad. Ibnu Ziyad berkata kepada Muslim : "Aku akan membunuhmu."

Muslim berkata, "Beri aku kesempatan untuk memberi wasiat."

Ibnu Ziyad berkata, "Silakan beri wasiat."

Muslim melihat di sekelilingnya lalu menatap Umar bin Sa'ad bin Abi Waqqash. Muslim berkata, "Engkau orang yang paling dekat hubungan kerabatnya denganku. Kemarilah, aku ingin memberi wasiat kepadamu."

Muslim berpesan kepadanya agar menyampaikan kepada Husain radhiallahu 'anhu :

"Kembalilah engkau bersama keluargamu. Jangan engkau tertipu oleh penduduk Kufah (Syiah). Sesungguhnya mereka telah berdusta kepadamu dan kepadaku. Dan pendusta tidak pantas memiliki pendapat."

Setelah itu, dipenggallah kepala Muslim radhiallahu 'anhu oleh Bukair bin Humran. Ini terjadi pada hari 'Arafah bulan Dzulhijjah. Sementara itu, Husain telah berangkat dari Makkah pada hari tarwiyah.

Setiba Husain radhiallahu 'anhu di Qadisiah, beliau mendengar berita terbunuhnya Muslim bin Aqil melalui utusan Umar bin Sa'ad bin Abi Waqqash. Husain radhiallahu 'anhu ingin kembali dan berdiskusi dengan anak-anak Muslim bin Aqil. Anak-anaknya menjawab, "Tidak, demi Allah, kami tidak akan kembali hingga kami membalas kematian ayah kami."

Akhirnya, Husain radhiallahu 'anhu mengikuti kemauan mereka. Setelah Ubaidullah bin Ziyad mengetahui bahwa Husain tetap berangkat menuju Irak, ia memerintahkan al-Hur bin Yazid at-Tamimi keluar membawa 1.000 tentara sebagai pasukan pembuka yang akan menemui Husain radhiallahu 'anhu di tengah perjalanan.

Al-Hur menemui Husain di Qadisiah dan bertanya, "Hendak kemana wahai anak dari anak perempuan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?"

Beliau menjawab, "Menuju Irak."
Al-Hur memerintahkan Husain untuk kembali atau menuju Syam dan tidak memasuki Kufah.

 Namun, Husain tidak mengindahkannya.
Tatkala Husain radhiallahu 'anhu tiba di Karbala, beliau bertanya, "Tempat apakah ini?"

Dijawab, "Karbala."

Husain berkata, "Karbun wa bala (kesulitan dan bencana)."

Bersambung...



Demikianlah Artikel Terbunuhnya Husain bin Ali dan Penghianatan Syiah (2 dan 3)

Sekianlah artikel Terbunuhnya Husain bin Ali dan Penghianatan Syiah (2 dan 3) kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Terbunuhnya Husain bin Ali dan Penghianatan Syiah (2 dan 3) dengan alamat link https://portalislam24jam.blogspot.com/2016/10/terbunuhnya-husain-bin-ali-dan.html

Subscribe to receive free email updates: