Judul : Terbunuhnya Husein bin Ali dan Penghianatan Syiah (4-habis)
link : Terbunuhnya Husein bin Ali dan Penghianatan Syiah (4-habis)
Terbunuhnya Husein bin Ali dan Penghianatan Syiah (4-habis)
MetrominiNews - Terbunuhnya Husein bin Ali bin Abu Thalib dan Penghianatan Syiah. (Baca: Part 1, Part 2 dan 3)Part_4
Setelah itu, tibalah pasukan Umar bin Sa'ad bin Abi Waqqash dengan 4.000 tentara yang berusaha membujuk Husain radhiallahu 'anhu agar mendatangi Irak untuk bertemu dengan Ubaidullah bin Ziyad.
Tatkala Husain melihat bahwa urusannya semakin genting, Husain berkata kepada Umar bin Sa'ad, "Aku memberimu tiga pilihan, silahkan engkau pilih.
1. Engkau membiarkan aku kembali,
2. Aku pergi ke salah satu tempat berjihad kaum muslimin, atau
3. Aku mendatangi Yazid agar aku dapat meletakkan tanganku di bawah tangannya di Syam."
Umar menjawab, "Ya. Silakan engkau kirim utusan kepada Yazid, dan aku mengirim utusan kepada Ubaidullah untuk melihat keputusannya."
Namun, Husain tidak mengirim utusan kepada Yazid, sementara Umar telah mengirim utusan kepada Ubaidullah. Setibanya utusan Umar di hadapan Ubaidullah dan menceritakan apa yang dikatakan Husain radhiallahu 'anhu, pada awalnya Ubaidullah menyetujui pilihan mana saja. Namun, di sisi Ubaidullah ada seorang yang bernama Syamir bin Dzil Jausyan, termasuk orang yang sangat dekat dengan Ubaidullah. Ia berkata, "Tidak demi Allah, hingga dia tunduk kepada hukum yang engkau tetapkan."
Ubaidullah akhirnya menyetujui usulan Syamir dan berkata, "Ya, hingga ia tunduk kepada hukumku."
Ubaidullah kemudian mengutus Syamir dan mengambil alih kepemimpinan Umar bin Sa'ad. Setelah Husain radhiallahu 'anhu mengetahui berita bahwa dia harus tunduk kepada hukum Ubaidullah, beliau berkata, "Tidak demi Allah, Aku tidak akan tunduk kepada hukum Ubaidullah sama sekali."
Jumlah pasukan berkuda yang bersama & membela Husain radhiallahu 'anhu ada 70 orang, sementara pasukan yang akan membunuh pasukan husain berasal dari Kufah berjumlah 5.000 orang. Pada hari Jumat, pertumpahan darah tak terelakkan tatkala Husain radhiallahu 'anhu enggan menjadi tahanan bagi Ubaidullah bin Ziyad.
Dua kekuatan yang tidak seimbang. Satu-satunya keinginan pasukan Husain radhiallahu 'anhu adalah meninggal sebagai pembela Husain radhiallahu 'anhu. Satu persatu mereka gugur hingga tidak tinggal seorang pun selain Husain radhiallahu 'anhu dan anaknya, Ali bin Husain radhiallahu 'anhuma, yang ketika itu dalam keadaan sakit.
Sepanjang hari Husain radhiallahu 'anhu sendirian, tidak seorang pun berani mendekatinya. Mereka tidak ingin menjadi pembunuh Husain radhiallahu 'anhu. Hingga datanglah Syamir bin Dzil Jausyan yang dengan lantang, "Celaka kalian, kepung dia dan bunuhlah dia."
Mereka mengepung Husain hingga beliau berkeliling dengan pedangnya sambil membunuh siapa saja yang mendekatinya. Namun, jumlah yang banyak tetap saja mengalahkan sikap kepahlawanan beliau.
Syamir pun berteriak, "Apa yang kalian tunggu? Majulah kalian." Mereka pun merangsek maju mendekati Husain. Syamir termasuk yang membunuh Husain radhiallahu 'anhu dengan tangannya. Sinan bin Anas an-Nakha'i adalah orang yang memenggal kepala beliau.
JADI, SIAPA YANG MEMBUNUH HUSAIN R.A ?
Telah sepakat referensi dari kitab Syiah sendiri dan Ahlus Sunnah bahwa yang membunuh Husain radhiallahu 'anhu adalah kaum Syiah sendiri.
Dalam kitab-kitab Syiah, diriwayatkan bahwa Ali bin Husain yang dikenal dengan sebutan "Zainul Abidin", berkata mencela kaum Syiah yang telah menipu dan membunuh ayahnya, Husain radhiallahu 'anhu, "Wahai sekalian manusia, aku menuntut kalian karena Allah. Apakah kalian mengetahui bahwa kalian menulis surat kepada ayahku dan kalian telah menipunya? Kalian berikan kepadanya janji dan bai'at, lantas kalian membunuh dan menelantarkannya. Sungguh, celaka apa yang dilakukan oleh diri kalian dan buruknya sikap kalian. Dengan pandangan apa kalian melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam saat beliau berkata kepada kalian,
'Kalian telah membunuh keluargaku. Kalian telah merusak kehormatanku. Kalian bukanlah dari umatku'."
Terangkatlah suara tangisan para wanita, tangisan dari setiap sudut diselingi ucapan mereka kepada yang lain, "Kalian telah binasa dengan apa yang kalian ketahui."
Ali bin Husain lalu berkata : "Semoga Allah merahmati orang yang menerima nasihatku, dan memelihara wasiatku tentang Allah, Rasul-Nya, serta keluargaku. Sesungguhnya pada diri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ada suri teladan yang baik bagi kita." (ath-Thabrasi dalam kitab al-Ihtijaj, 2/32; Ibnu Thawus dalam al-Malhuf, hlm. 92)
Ketika al-Imam Zainul Abidin melihat penduduk Kufah meratap dan menangis, beliau menghardik mereka sambil berkata : "Kalian meratap dan menangis karena kami?! Siapa yang membunuh kami?!" (al-Malhuf, hlm. 357, Maqtal al-Husain, Murtadha 'Iyadh, hlm. 83)
Ummu Kultsum bintu Ali radhiallahu 'anhuma berkata : "Wahai penduduk Kufah, aib bagi kalian. Mengapa kalian tidak menolong Husain, namun justru membunuhnya. Kalian merampas hartanya lalu kalian warisi. Kalian menahan para wanitanya dan membuatnya binasa. Celaka kalian! Keanehan apa yang kalian lakukan? Dosa apa yang kalian pikul di atas punggung kalian? Darah apa yang telah kalian tumpahkan? Kemuliaan apa yang telah kalian raih? Anak wanita siapa yang telah kalian hilangkan kehormatannya? Harta apa yang telah kalian rampas? Kalian telah membunuh orang-orang terbaik setelah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan keluarganya. Telah dicabut rasa kasih sayang dari hati-hati kalian." (al-Malhuf, hlm. 91, Maqtal al-Husain, Murtadha Iyadh, hlm. 86)
Demikian pula yang diucapkan oleh Zainab bintu Ali radhiallahu 'anhuma :
"Wahai penduduk Kufah, kaum lelaki kalian membunuh kami, tetapi para wanita kalian menangisi kami. Yang menjadi hakim antara kami dan kalian adalah Allah 'azza wa jalla, pada hari ditetapkannya segala keputusan." (Ridha bin Nabi al-Qazwini dalam Tazhallumu az-Zahra, hlm. 264)
Kazhim al-Ahsa'i berkata : "Sesungguhnya, pasukan yang keluar untuk memerangi Imam Husain radhiallahu 'anhu berjumlah 3.000 orang. Seluruhnya adalah penduduk Kufah (Syiah). Tidak ada seorang pun yang berasal dari Syam, Hijaz, India, Pakistan, Sudan, Mesir, dan Afrika. Bahkan, mereka seluruhnya adalah penduduk Kufah, yang berkumpul dari berbagai kabilah." (Asyura, hlm. 89)
Husain bin Ahmad al-Baraqi an-Najafi mengatakan: "Termasuk yang dicerca dari penduduk Kufah ialah tindakan mereka menusuk Hasan bin Ali radhiallahu 'anhuma dan membunuh Husain radhiallahu 'anhuma setelah mereka memanggilnya." (Tarikh al-Kufah, hlm. 113)
Muhsin al-Amin berkata : "Dua puluh ribu penduduk Irak (Syiah) yang telah membai'at Husain, menipu dan melakukan perlawanan terhadapnya. Bai'at berada di pundak mereka, sementara mereka membunuhnya." (A'yanu asy-Syiah, 1/26)
Murtadha Muthahhari, salah seorang tokoh Syiah Rafidhah berkata, "Tidak diragukan lagi bahwa Penduduk Kufah adalah termasuk Syiah (pengikut) Ali radhiallahu 'anhu. Yang membunuh Husain radhiallahu 'anhu adalah Syiah sendiri." (al-Malhamah al-Husainiyah, 1/129)
SELESAI
Demikianlah Artikel Terbunuhnya Husein bin Ali dan Penghianatan Syiah (4-habis)
Sekianlah artikel Terbunuhnya Husein bin Ali dan Penghianatan Syiah (4-habis) kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Terbunuhnya Husein bin Ali dan Penghianatan Syiah (4-habis) dengan alamat link https://portalislam24jam.blogspot.com/2016/10/terbunuhnya-husein-bin-ali-dan_15.html